UKM Bridge di Universitas Jember yang Kian Menggiat

Dua Tahun Berdiri Sudah Torehkan Puluhan Prestasi

Cabang Olahraga bridge kian berkembang di Jember. Bahkan sudah dua tahun ini Universitas Jember membuka Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bridge. Pelan namun Pasti, UKM Bridge mulai menunjukkan hasilnya.

DI ruang lantai tiga atas gedung rektoret Universitas Jember (Unej), empat pemain saling berpasangan dan berhadapan. Diantara mereka terdapat empat kartu, Sekop (Spade), hati (Heart), wajik (Diamond), dan kriting (klub). Diruangan ber AC itu, masing-masing grup terlihat sedang berpikir serius. Bahkan acapkali pemain harus mengerutkan matanya untuk berpikir keras.

Itulah gambaran permainan Bridge, yang kerap di gelar di Unej ini. Dua tahun terakhir ini, olahraga tersebut mendapat ruang di Unej. Bekerja sama dengan Pemkab GABSI Jember, para pegiat olahraga Bridge ini sering mengadakan latihan gabungan (Latgab) di lantai III Gedung Rektorat Unej.

Awalnya Sulit Dapat Disposisi

“Kami sering kali latihan, untuk base camp kita menggunakan ruang SIAKAD. Kemudian untuk latihan gabungan di lantai III,” ungkap Priyo Dwi Hendra Laksana, Mahasiswa semester 4 FKIP Unej yang kini menjadi ketua UKM Bridge.

Berdasarkan surat keputusan Rektor Unej No 123/UN25/K/2013 tangal 11 November 2013, olahraga Ini di hidupkan di Unej. Para pegiat bridge yang tergabung dalam UKM itu melakukan latihan setiap Rabu pukul 16.00 dan Sabtu pukul 10.00.

Hingga kini olahraga yang mengandalkan kejelian, kemapuan otak dan keuntungan ini sudah berjalan dua periode kepengurusan. Awla kali, UKM ini di ketuai Lukman Harisudin. Baru periode berikutnya adalah Priyo Dwi hingga sekarang. Ternyata tidak sedikit prestasi yang di torehkan UKM ini.

Sedikitnya 12 penghargaan tertoreh selama rentang waktu itu. Bahkan dua pemain bridge dari UKM bridge Unej ini menjadi wakit Indonesia di Ajang Asia Pasific Bridge Federation (APBF) di Bangkok, Thailand. Mereka adalah Siti Nurdianan dan Azizah Umami. Kedua mahasiswa fakultas Ekonomi Unej itu terpilih menjadi pemain Pelatnas Indonesia Bridge bersama dua orang dan Universitas Gunadharma Jakarta dan PLN Jakarta. “Pada 1-7 April mereka berngkat ke Bangkok, hasilnya mereka mendapat Nominasi ke 5 tingkat Dunia,” katanya.

Selain keberhasilan tingkat nasional itu, prestasi di tingkat lokal sudah puluhan kali di torehkan. Seperti menjadi peringkat I dan II berturut-turut pada liga Bridge Siswa Nasional (LBSN) selama tiga seri di Jember, Juara II dan III bupati cup kategori padangan 2014, juara III walikota CUP Kediri 2014, medali emas kejurprov KU-21 di Tulungagung dan berbagai kejuaraan lain.

Di awal berdirinya, olahraga menggunakan kartu remi ini sempat tidak mendapat disposisi dan Wakil rektor III Bidang Kemahasiswaan Unej. Sebab saat itu banyak UKM baru yang mengajukan diri. Belum ada restu itu tidak membuat para mahasiswa yang giat mengembangkan bridge itu menyerah. Mereka terus melakukan koordinasi dengan Pengkab GABSI Jember.

Satu tahun kemudian, lima mahsiswa yang menjadi pelopor berdirinya UKM Bridge itu mendapat kabar segar saat berkonsultasi dengaan Budi Santoso, Staf kemahasiswaan. Ternyata ada peluang untuk mendirikan UKM baru, dab akhirnya terbit keputusan dan rektor.

Peride pertama, saat itu anggota masih sangat terbatas. Hanya mereka yang menjadi pelopor yang mengisi kegiatan UKM Itu. Selang satu tahun kemudian, saat ketua di jabat oleh Priyo Dwi, diadakan Diklat I UKM Bridge. Kepengurusan baru ini memunculkan program kerja baru. Yakni mengadakan sirkuit dan Rektor CUP.

“Kami ingin meningkatkan prestasi serta eksitensi UKM Bridge, sehingga lebih di kenal masyarakat dan tidak dianggap sebagai olahraga yang mengarah kepada perjudian,” jelas anak asli Sukowono yang juga lulusan SMAN Arjasa ini.

Untuk dapat menjalankan program kerjanya, para pengurus ini selalu berkoordinasi dengan para pelatih Bridge di Jember. Seperti Edy Suprayitno, Tjandra Nusantara, Andika, Kukuh Indrayana dan RR Isma Sulistiawati. Diyakininya dengan terus berkoordinasi pada pelatih bridge tingkat Jember, mereka akan bisa melakukan gelaran kejuaraan dengan lancara.

satu hal yang selama ini memantik semangat para pengurus. Yakni semboyan Setahun berdiri segudang prestasi. Sehingga setiap kali ada perlombaan bridge, selalu UKM ini mengirimkan atletnya. Sehingga selain di kancah lokal Jember, juga bisa bergaul dengan para pegiat bridge di tingkatan Jawa Timur dan Nasional. (cl/hdi)

Sumber : Radar Jember, senin 27 April 2015